Solusi Hunian Tanpa Riba - Maariya Aslam, 8, anak perempuan ini mengantongi izin untuk menjadi pengajar Al-Qur’an di Luton, Inggris.
Diketahui Ia telah menghafal seluruh Al-Quran hingga ia bisa menjadi pengajar saat ini.
Dilansir BBC pada hari Selasa (8/11/2016), Maariya diberikan ijazah atau sertifikat membaca Al-Qur’an. Artinya gadis cilik ini telah mencapai standar tinggi dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Selain itu, ia juga telah memiliki pengikut di media sosial, yang rencananya ia juga akan membuat tutorial online tentang membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Maariya mulai menghafal Quran pada usia 5 tahun. Ketika itu, dia menghafal Surah Yasin sebagai amal untuk mengumpulkan donasi untuk Suriah. Tak lama setelah itu, dia menyelesaikan juz terakhir dari Al-Qur’an di madrasah setempat.
Ibunya serta-merta menyadari bahwa Maariya adalah seorang pembelajar cepat. Ia ingin Maariya menjadi seorang hafidhah. Namun, ironisnya, tentu saja, di Inggris tidak ada kelas hafidz di sekolah manapun. Akhirnya ia memutuskan untuk membimbing putrinya sendiri.
Berikut lantunan suara Maariya saat membaca Al-Qur’an
Maariya mulai menghafal Quran pada usia 5 tahun. Ketika itu, dia menghafal Surah Yasin sebagai amal untuk mengumpulkan donasi untuk Suriah. Tak lama setelah itu, dia menyelesaikan juz terakhir dari Al-Qur’an di madrasah setempat.
Ibunya serta-merta menyadari bahwa Maariya adalah seorang pembelajar cepat. Ia ingin Maariya menjadi seorang hafidhah. Namun, ironisnya, tentu saja, di Inggris tidak ada kelas hafidz di sekolah manapun. Akhirnya ia memutuskan untuk membimbing putrinya sendiri
Dia mengatakan kepada IlmFeed bahwa untuk menjadi seorang hafidzhah, tidak mudah dan dibutuhkan banyak kesabaran baik dari dirinya sendiri dan putrinya.
Mereka harus mengikuti jadwal yang ketat di mana Maariya akan menghafal 5 jam sehari.
Dalam rangka memotivasi Maariya, ibunya mengatakan bahwa putrinya itu boleh memilih hadiah apapun ia ingin setiap kali ia menyelesaikan satu juz dari Al-Qur’an. Nah uniknya, Maariya lebih sering memilih hadiah yang sederhana seperti buku mewarnai atau makan di sebuah restoran.
Perjuagan ibu anak itu terbayar ketika hanya dalam waktu dua tahun, pada usia 7, Maariya selesai menghafal seluruh Al-Qur’an.
Ibu Maariya mengatakan bahwa prestasi putrinya telah membuatnya menjadi ibu yang paling bangga di muka bumi ini. Ia berdoa bahwa anaknya itu akan selalu hidup dengan apa yang telah dia pelajari. Aamiin. Barakallah fie umriek, Maariya! Barakallah, Ummi!
source : inspiradata.com


0 comments:
Post a Comment